Sungguh.. menjadi orang tua tiba-tiba saya rasakan sangat berat ketika di kereta kedua anak saya berkelahi. Antara karena letih sehabis berkeliling monas melihat pameran alutsista dan cari perhatian.
Tapi bukan..bukan karena perkelahian mereka hingga teriakan dan tangisan mereka yang menjadi alasan mengapa tiba-tiba menjadi orang tua terasa sungguh berat.
Tapi dia…dia yang abege (ngakunya) tangguh dan gentleman sibuk merangkul yang belum menjadi haknya itu sambil berbisik (sok) mesra.
Pura-pura buta ada anak kecil didepan matanya yang butuh duduk di kereta yang berdesakan ini.
Allah..
Sulit nian membimbing titipanMu, ternyata.
Para orang tua merasa sudah melakukan yang terbaik. Tapi lihat, bagaimana hasilnya ketika anak kita tidak berada dalam jangkauan.

Semoga Sang Maha Membimbing berkenan membantu kami menjaga amanahNya


Tak tahan melihat kelakuannya, mulut saya tiba-tiba hilang kendali
Mas..tangannya turunin kenapa sih. Norak banget!


Akhirnya dia menghentikan aksinya dan akhirnya pula memberikan tempat duduknya
Fiuhhh


Namun ternyata beban itu tidak seberat yang saya duga ketika hari ini saya melihat pemandangan menyejukkan ini di mushalla

image

Semoga seluruh keturunan hamba punya amal jariah yang kelak akan membantunya

***pengikat ilmu. pengasah otak. pemoles hati***

Advertisements