Tags

waktu SD pernah baca buku yang judulnya Saijah dan Adinda. masih inget sampulnya..tapi browsing2 ga dapet sampul yang dimaksud.
btw, bener2 ga nyangka dah baca buku berat gini jaman SD #bangga wkwkkwwk
tapi mungkin versi yang ku baca itu versi singkat n masi bisa dicerna anak2 ya..entah lah..bener2 lupa isinya :p

sabiq carebesth

Oleh; Sabiq Carebesth

Masyarakat politik Eropa abad ke 19 dengan kayakinan yang bahkan berlebihan meyakini bahwa kolonialisme, secara tidak langsung memiliki peran sebagai motor sejarah bagi rakyat jajahan untuk keluar dari penindasan dan keterbelakangan sistem sosial mereka, benarkah anggapan itu?
Jika anda mempercayai anggapan itu, sebaiknya anda membaca sebuah novel “Max Haveelar” karya Multatuli. Bagi Multatuli, yang adalah Eduard Douwes Dekker; anggota Dewan Pengawas Keuangan Pemerintah Belanda yang pertama kali ditempatkan di wilayah Batavia (hindia-Belanda) pada 1840, lalu meminta di pindahkan ke Sumatera Utara dan Sumatera Barat Tahun 1842 sebelum akhirnya ditugaskan di Lebak, Banten, pemerintah kolonial di Hindia Belanda dengan sistem birokrasi pribuminya justeru telah memperkuat struktur feodal tradisional yang menindas rakyat. Dan kiranya, mekanisme apa pun dalam meraih keuntungan di koloni, selama tidak menyelesaikan bentuk penindasan adat, hanya akan menambah penindasan baru dalam masyarakat jajahan.

View original post 1,461 more words

Advertisements