Tags

Judul di atas merupakan judul sebuah lagu yang berkisah tentang anak rupawan berambut ikal keemasan di sebuah panti asuhan yang tak kunjung mendapat orangtua asuh karena ia buta.

Tapi saya bukan mau membahas tentang itu.
Ada bagian di lirik lagu itu yang menyayat hati saya…

No mommy’s kisses
And no daddy’s smile
Nobody wants me
I’m nobody’s child

Duuuh…jika yang menyanyikan lagu itu adalah seorang yatim piatu saja sudah begitu menyedihkan, apatah lagi jika seorang anak yang ber-ibu dan berbapak yang menyanyikannya..

Sejak jaman kuliah dulu, saya sudah sering mendengar kisah dari dosen saya yang psikolog perkembangan maupun psikolog klinis tentang anak-anak yang “menyanyikan” lagu sedih ini.
Mereka tidak menyanyikannya dalam betuk lirik lagu, tapi dalam perilaku. Maka mewujudlah “nyanyian” itu dalam beraneka rupa yang berujung pada satu kesimpulan: “Anak nakal”.

Mengutip Elly Risman:
Banyak org tua gak sadar betapa kejamnya mereka terhadap jiwa anaknya sendiri.
Kasus2 yg kami hadapi di YKBH menunjukkan. Banyak dan besarnya tendensi anak anaak mau bunuh diri krn merasa : tdk berharga, menyesal kenapa dilahirkan, terperangkap seprti dlm selimut tebal, ingin keluar rumaah ditabrak truk tapi mati dlm keadaan kurus dan cantik dan sejuta alasan lainnya.

Mereka berusia 10-14 tahun. Sebabnya ? Kurang perhatian dan kasih sayang, ortu mau menang sendiri, anak2 tak pernah didengarkan, menuntut anak menjalani pikirannya dan memenuhi impiannya,menyalahkan terus menerus,mencap di wajah jiwanya, tak sempat mendengarkan perasan anak.

Maka, ijinkanlah saya meminjam istilah ibu Elly..
duhai ayah, berhentilah menjadi mesin ATM..
duhai ibu, berhentilah menjadi subkontraktor pendidikan anakmu..

Abu Hurairah –semoga Allah meridhoinya- berkata :

قَبَّلَ النَّبِىّ صلى الله عليه وسلم الْحَسَنَ بْنَ عَلِىٍّ ، وَعِنْدَهُ الأقْرَعُ بْنُ حَابِسٍ التَّمِيمِىُّ جَالِسًا ، فَقَالَ الأقْرَعُ : إِنَّ لِى عَشَرَةً مِنَ الْوَلَدِ مَا قَبَّلْتُ مِنْهُمْ أَحَدًا ، فَنَظَرَ إِلَيْهِ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم، ثُمَّ قَالَ : مَنْ لا يَرْحَمُ لا يُرْحَمُ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mencium Al-Hasan bin ‘Ali, dan di sisi Nabi ada Al-Aqro’ bin Haabis At-Tamimiy yang sedang duduk. Maka Al-Aqro’ berkata, “Aku punya 10 orang anak, tidak seorangpun dari mereka yang pernah kucium”. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallampun melihat kepada Al-‘Aqro’ lalu beliau berkata, “Barangsiapa yang tidak merahmati/menyayangi maka ia tidak akan dirahmati” (HR Al-Bukhari no 5997 dan Muslim no 2318)

Duhai, apabila Sang Maha Pengasih sudah tak berkenan memberikan rahmatNya pada kita, maka amat buruklah penyebab terputusnya rahmat itu.
Maka, mari kita (belajar) menyayangi anak-anak kita…

***pengikat ilmu. pengasah otak. pemoles hati***

Advertisements