Tags

,

Allah berfirman:
المال والبنون زينة الحيوة الدنيا.. 
“Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia…(Al-Kahfi:46)

Saudaraku..sahabatku..semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kpd kalian…

Kita selalu berhutang banyak cinta kepada anak-
anak. Tidak jarang, kita memarahi mereka saat kita
lelah. Kita membentak mereka padahal mereka
belum benar-benar paham kesalahan yang mereka
lakukan. Kita membuat mereka menangis karena
kita ingin lebih dimengerti dan didengarkan. Tetapi
seburuk apapun kita memperlakukan mereka,
segalak apapun kita kepada mereka, semarah
apapun kita pernah membentak mereka… Mereka
akan tetap mendatangi kita dengan senyum
kecilnya, menghibur kita dengan tawa kecilnya,
menggenggam tangan kita dengan tangan
kecilnya… Seolah semuanya baik-baik saja, seolah
tak pernah terjadi apa-apa sebelumnya… Mereka
selalu punya banyak cinta untuk kita, meski
seringkali kita tak membalas cinta mereka dengan
cukup.mereka selalu punya banyak cerita untuk kita dan pertanyaan tentang keadaan kita,meskipun kita tidak pernah bercerita untuk mereka dan menanyakan keadaan mereka dan sesungguh mereka ktk itu dalam keadaan sakit
Ketahuilah Allah berfirman:
كلكم راع وكلكم مسؤول عن رعيته
“Setiap kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggung jawaban atas yg dipimpin”(HR Muslim)
Dan dari Aisyah ra.bahwa Rasulullah bersabda:”Jika Allah menghendaki suatu keluarga kebaikan maka Allah memasukkan kpd mereka sikap lemah lembut”(HR Ahmad) 
dan beliau bersabda:” Barangsiapa yg tidak sayang kpd manusia maka tidak akan disayang Allah”(Muttafaq alaihi)

Kita selalu berhutang banyak kebahagiaan untuk
anak-anak kita. Kita bilang kita bekerja keras demi
kebahagiaan mereka, tetapi kenyataannya
merekalah yang justru membahagiakan kita dalam
lelah di sisa waktu dan tenaga kita. Kita merasa
bahwa kita bisa menghibur kesedihan mereka atau
menghapus air mata dari pipi-pipi kecil mereka,
tetapi sebenarnya kitalah yang selalu mereka
bahagiakan… Merekalah yang selalu berhasil
membuang kesedihan kita, melapangkan kepenatan
kita, menghapus air mata kita.
Karenanya Allah berfirman:”Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia..”..Ya,mereka adalah penyejuk mata ayah dan ibu karena itulah salah satu hamba Allah(para suami istri) kita selalu mendambakan seorang anak,dan kita selalu,memohon dan berdoa kpd-Nya:
“ربنا هب لنا من أزوجنا وذريتنا قرة أعين وجعلنا للمتقين إماما”
“…Wahai Rabb kami,anugerahkn kpd km istri2 km dan keturunan kami sebagai penyenang hati(kami)..(Al-Furqan:74)
Dan firman-Nya:
“…رب هب لى من لدنك ذرية طيبة إنك سميع الدعاء”
“..Wahai Rabb,kami berilah aku dari aku dari sisi Engkau seorang anak yg baik. Sesungguhnya Engkau Mendengar Doa”(Ali Imran:38)
Dan Allah pun mengabulkan doa2 kt,namun kenapa kita tidak menghiburnya,menemaninya,bergurau dgn mereka,..?ketahuilah krn sikap itu yang mereka inginkan,itulah yg mereka harapankan yaitu kasih sayang dan kepededulian kt Terhadap mereka

Kita selalu berhutang banyak waktu tentang anak-
anak kita. Dalam 24 jam, berapa lama waktu yang
kita miliki untuk berbicara, mendengarkan,
memeluk, mendekap, dan bermain dengan mereka?
Dari waktu hidup kita bersama mereka, seberapa
keras kita bekerja untuk menghadirkan
kebahagiaan sesungguhnya di hari-hari mereka,
melukis senyum sejati di wajah mungil mereka?
Tentang anak-anak, sesungguhnya merekalah yang
selalu lebih dewasa dan bijaksana daripada kita.
Merekalah yang selalu mengajari dan membimbing
kita menjadi manusia yang lebih baik setiap
harinya. Seburuk apapun kita sebagai orangtua,
mereka selalu siap kapan saja untuk menjadi
anak-anak terbaik yang pernah kita punya.
Ketahuilah sesungguhnya Rasulullah sng sayang terhadap anak2 dan bermain dgn mrk,pada waktu itu Rasulullah meletakan kaki cucunya Hasan dan Husain diatas Rasulullah lalu belau bersabda:”Naiklah,mk anak itu naik dan menginjakkan kedua kakinya didada Rasulullah,kemudian beliau bersabda:Bukalh mulutmu’lalu beliau menciumnya kemudian bersabda”Ya Allah cintailah dia karena aku mencintainya”(Al-Bukhari,3747)

Kita selalu berhutang kepada anak-anak kita…
Anak-anak yang setiap hari menjadi korban dari
betapa buruknya cara kita mengelola emosi. Anak-
anak yang terbakar residu ketidakbecusan kita saat
mencoba menjadi manusia dewasa. Anak-anak
yang menanggung konsekuensi dari nasib buruk
yang setiap hari kita buat sendiri. Anak-anak yang
barangkali masa depannya terkorbankan gara-gara
kita tak bisa merancang masa depan kita sendiri.
… Tetapi mereka tetap tersenyum, mereka tetap
memberi kita banyak cinta, mereka selalu mencoba
membuat kita bahagia.
Maka dekaplah anak-anakmu, tataplah mata
mereka dengan kasih sayang dan penyesalan,
katakan kepada mereka, “Maafkan untuk hutang-
hutang yang belum terbayarkan… Maafkan jika
semua hutang ini telah membuat Tuhan tak
berkenan. Maafkan karena hanya pemaafan dan
kebahagiaan kalianlah yang bisa membuat hidup
ayah dan ibu lebih baik dari sebelumnya… Lebih
baik dari sebelumnya.”
Dan ingatlah akan sabda Rasulullah ini:”Tidaklah seorang hamba yg diberi tanggung jawab oleh Allah sebuah amanah lalu ia meninggal dalam keadaan menipu tanggung jawabnya kecuali Allah akan haramkan surga baginya”(Muttafaq alaih[اقتطعه واتساب]

***pengikat ilmu. pengasah otak. pemoles hati***

Advertisements