Tags

, ,

Aye yang sering koar2 menobatkan diri sendiri sebagai setan cabe, hari ini harus menelan pil pahit.

Aye yang menerapkan standar minimal 7 rawit merah untuk setiap bungkus mi instan kuah yg aye makan, hari ini kalah oleh sebutir rawit hijau yang bahkan tidak pedas.

Aye yang ngerasa termasuk dalam jajaran orang yang paling kuat menahan hajaran rasa pedas yang menyambar-nyambar (lebay) dari cabe, hari ini harus menahan sakit akibat cabe, yang -sekali lagi- bahkan tidak pedas.

Ada apa sih hari ini?

Hari ini, gusi blakang aye yang sudah tak bergigi, kesodok sebutir utuh cabe rawit.

Remeh ya?

Tapi efek yang ditimbulkan sungguh tidak remeh. Sakitnya, alamakjang, sesakit ketika momen itu..momen dimana akhirnya aye harus merelakan gigi aye dicabut.

Alhamdulillah

Mungkin karena kejadiannya di hari jum’at, aye jadi kebagian berkah, dapet hikmah.

Bahwa orang-orang sombong akan dijatuhkan, dibikin K.O, oleh hal yang biasanya mereka sombongkan….

Bagi Fir’aun yang merasa kuasa mengalirkan Nil dan memperbudak Bani Israil; ada Musa yang tak putus asa. Tapi airlah yang mengakhiri si raja.

Bagi Namrudz yang menyatakan mampu menghidupkan dan mematikan; ada Ibrahim mendebatnya. Tapi nyamuk saja kiranya yang menjadi sebab khatamnya.

(Salim A. Fillah, 15 April 2017)

 

 

 

Advertisements